KEHAMILAN  POSTTERM
 
 
Kehamilan postterm adalah kehamilan yang berlangsung  lebih atau sama dengan 42 minggu, atau lebih dari 294 hari, atau lebih dari atau sama dengan 14 hari dari hari perkiraan  persalinan. Batasan postdate dipergunakan untuk kehamilan yang berlangsung lebih dari atau sama dengan 40 minggu, atau melebihi atau sama dengan 280 hari dari hari perkiraan persalinan. Akan tetapi batasan postdate merupakan batasan yang buruk dan sebaiknya tidak dipergunakan.

Hiperemesis gravidarum

1. Pengertian :
Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu, begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari, berat badan menurun, dehidrasi, terdapat aseton dalam urine, bukan karena penyakit seperti Appendisitis, Pielitis dan sebagainya.

2. Etiologi:

Penyebab Hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Perubahan-perubahan anatomik pada otak, jantung, hati dan susunan saraf disebabkan oleh kekurangan vitamin serta zat-zat lain akibat inanisi.
Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain yang ditemukan :
a. Faktor predisposisi yang sering dikemukakan adalah primigravida, mola hidatidosa dan kehamilan ganda. Frekuensi yang tinggi pada mola hidatidosa dan kehamilan ganda memimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan, karena pada kedua keadaan tersebut hormon Khorionik gonadotropin dibentuk berlebihan.
b. Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu tehadap perubahan ini merupakan faktor organik.
c. Alergi. Sebagai salah satu respon dari jaringan.ibu terhadap anak, juga disebut sebagai salah satu faktor organik.
d. Faktor psikologik memegang peranan yang penting pada penyakit ini walaupun hubungannya dengan terjadinya hiperemesis gravidarum belum diketahui dengan pasti. Rumah tangga yang retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu, dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian karena kesukaran hidup. Tidak jarang dengan memberikan suasana yang baru sudah dapat membantu mengurangi frekwensi muntah klien.

ATONIA UTERI

Pengertian Plasenta

o   Retensio Plasenta adalah plasenta yang belum lepas setelah bayi lahir, melebihi waktu   setengah jam (Manuaba, 2001: 432).

o   Retensio Plasenta ialah tertahannya atau belum lahirnya plasenta hingga 30 menit atau lebih setelah bayi (Syaifudin AB, 2001).

o     Retensio plasenta adalah keadaan dimana plasenta belum lahir daam waktu 1 jam setelah bayi lahir (Rsustam Mochtar, 1998 : 299).

 

Etiologi 

Menurut Wiknjosastro (2007) sebab retensio plasenta dibagi menjadi 2 golongan ialah sebab fungsional dan sebab patologi anatomik.

1.    Sebab fungsional 

 a)    His yang kurang kuat (sebab utama)

 b)    Tempat melekatnya yang kurang menguntungkan (contoh : di sudut tuba)

 c)    Ukuran plasenta terlalu kecil

 d)    Lingkaran kontriksi pada bagian bawah perut 

 

2.  Sebab patologi anatomik (perlekatan plasenta yang abnormal)

  • Plasenta akreta :  vili korialis menanamkan diri lebih dalam ke dalam dinding rahim daripada                biasa ialah sampai ke batas antara endometrium dan miometrium 
  • Plasenta inkreta :  vili korialis masuk ke dalam lapisan otot rahim 
  • Plasenta perkreta : vili korialis menembus lapisan otot dan mencapai  serosa atau menembusnya           

Pencegahan

Untuk mencagah retensio plasenta dapat disuntikkan 10 iu pitosin i.m segera setelah bayi 

       lahir.

 

Akibat

Dapat menimbulkan bahaya perdarahan, infeksi karena sebagai benda mati, dapat terjadi

placenta inkarserata, dapat terjadi polip placenta dan terjadi degenarasi ganas korio

karsinoma.

 

Penanganan

a.  Sikap umum Bidan

    1)   Memperhatikan k/u penderita

                     *    Apakah anemis

        *     Bagaimana jumlah perdarahannya

        *     TTV : TD, nadi dan suhu

        *     Keadaan fundus uteri : kontraksi dan fundus uteri

     2)  Mengetahui keadaan placenta

                     *    Apakah placenta ikarserata

        *    Melakukan tes pelepasan placenta : metode kusnert, metode klein, metode   

              strassman, metode manuaba

                      *    Memasang infus dan memberikan cairan pengganti

       b. Sikap khusus bidan

                1) Retensio placenta dengan perdarahan

                    Langsung melakukan placenta manual

                2) Retensio placenta tanpa perdarahan

               *    Setelah dapat memastikan k/u penderita segera memasang infus dan     

              memberikan cairan.

        *    Merujuk penderita ke pusat dengan fasilitas cukup untuk mendapatkan  

               penanganan lebih baik.

        *     Memberikan tranfusi.

        *     Proteksi dengan antibiotika.

        *     Mempersiapkan placenta manual dengan legeartis dalam keadaan pengaruh

              narkosa.

 

3) Upaya preventif retensio placenta oleh bidan

                     *     Meningkatkan penerimaan keluarga berencana sehingga, memperkecil terjadi

                           retensio placenta.

               *     Meningkatkan penerimaan pertolongan persalinan oleh nakes yang terlatih.

               *     Pada waktu melakukan pertolongan persalinan kala III tidak diperkenankan untuk

                      melakukan massase dengan tujuan mempercepat proses persalinan placenta. 

                      Massase yang tidak tepat waktu dapat mengacaukan kontraksi otot rahim dan 

                      mengganggu pelepasan placenta. 

 

Gameli

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;}

A.      Definisi

Kehamilan ganda atau hamil kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Bila proses fertilisasi menghasilkan janin lebih dari satu maka kehamilan tersebut disebut dengan kehamilan ganda.

Kehamilan mempunyai arti yang cukup penting dalam bidang obstetri karena disamping merupakan fenomena yang menarik, keadaan ini termasuk dalam kategori resiko tinggi dalam kehamilan dan persalinan.

Gemelli merupakan suatu kejadian dimana proses fertilisasi menghasilkan janin lebih dari satu maka kehamilan tersebut disebut dengan kehamilan ganda. Angka kejadian kehamilan ganda menurut rumus Hellin adalah gemelli 1:80 kehamilan, triplet 1:802, kuadruplet 1:803, dan seterusnya.

Kejadian kehamilan ganda dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor genetik atau keturunan, umur dan paritas, ras/suku bangsa dan obat pemicu ovulasi.

 

B.       Etiologi

1.    Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah :

a.       Bangsa

b.      Umur

c.       Paritas

2.    Faktor obat-obat induksi ovulasi :

a.       Profertil

b.      Clomid

c.       Bormon gona­dotropin dapat menyebabkan kehamilan dizigotik dan kembar lebih dari dua.

3.    Faktor keturunan.

4.     Faktor yang lain belum diketahui.

Gameli

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;}

A.      Definisi

Kehamilan ganda atau hamil kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Bila proses fertilisasi menghasilkan janin lebih dari satu maka kehamilan tersebut disebut dengan kehamilan ganda.

Kehamilan mempunyai arti yang cukup penting dalam bidang obstetri karena disamping merupakan fenomena yang menarik, keadaan ini termasuk dalam kategori resiko tinggi dalam kehamilan dan persalinan.

Gemelli merupakan suatu kejadian dimana proses fertilisasi menghasilkan janin lebih dari satu maka kehamilan tersebut disebut dengan kehamilan ganda. Angka kejadian kehamilan ganda menurut rumus Hellin adalah gemelli 1:80 kehamilan, triplet 1:802, kuadruplet 1:803, dan seterusnya.

Kejadian kehamilan ganda dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor genetik atau keturunan, umur dan paritas, ras/suku bangsa dan obat pemicu ovulasi.

 

B.       Etiologi

1.    Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah :

a.       Bangsa

b.      Umur

c.       Paritas

2.    Faktor obat-obat induksi ovulasi :

a.       Profertil

b.      Clomid

c.       Bormon gona­dotropin dapat menyebabkan kehamilan dizigotik dan kembar lebih dari dua.

3.    Faktor keturunan.

4.     Faktor yang lain belum diketahui.

LANSIA

Pengertian Lanjut Usia (Lansia)

Kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas (Hardywinoto dan Setiabudhi, 1999;8). Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi (Constantinides, 1994). Karena itu di dalam tubuh akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural disebut penyakit degeneratif yang menyebabkan lansia akan mengakhiri hidup dengan episode terminal (Darmojo dan Martono, 1999;4). Penggolongan lansia menurut Depkes dikutip dari Azis (1994) menjadi tiga kelompok yakni :

a) Kelompok lansia dini (55 – 64 tahun), merupakan kelompok yang baru memasuki lansia.

b) Kelompok lansia (65 tahun ke atas).

c) Kelompok lansia resiko tinggi, yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun.

kasus

KASUS II

Datang seorang ibu hamil ke rumah bidan B dengan keluhan sakit pinggang  menjalar ke   ari-ari sejak jam 24.00 WIB dan si ibu sudah terasa mau mengedan kelihatan sudah sangat sakit sekali. Kemudian bidan B melakukan anamnesa yang singkat dan cepat kepada pasien karena si ibu tidak pernah ANC dengan bidan B.

Nama            :Ny E                                   Suami          :Tn B

Umur            :38                                       Umur           :50

Alamat         :Kp Berok                            Alamat        :Kp Berok

Pekerjaan     :RT                                       Pekerjaan    :Nelayan

Pendidikan  :SD                                       Pendidikan  :Tidak tamat SD

 

IBU :G7 P5 AH5

Jarak anak ke 6 dengan kehamilan 1 tahun. Riwayat persalinan normal tapi selalu pendarahan setelah melahirkan.